
Seiring berjalannya waktu, Pharsa ternyata enggak se-GG itu. Banyak user Pharsa yang ngeluh sama skill Ulti yang susah dikendalikan. Hero ini juga kerap jadi sasaran empuk hero Assassin jahil seperti Lancelot dan Zilong atau hero lain dengan kemampuan crowd control.
Padahal, Pharsa bisa GG abis dan mampu ngendaliin jalannya war kalau dikendalikan oleh user yang ngerti cara memakainya. Wajar, sih, sebagai hero baru, pasti butuh waktu untuk dikuasai dan beradaptasi. Kalau lo userPharsa dan penasaran bagaimana cara paling ampuh buat menguasai Mage dengan kisah hidup menyayat hati ini, yuk, simak tips-nya di bawah ini biar lo makin GG!
1. Build Item Terbaik Pharsa RRQ Lemon
Sebagai hero Mage spesialis damage/poke, Pharsa punya statistik damage dan kisaran attack yang tinggi. Hal ini harusnya jadi game changer jika dia di-build dengan item yang tepat. Makanya, saran terbaik untuk build item Pharsa adalah set item Burst.
Set item Burst (default) Pharsa terdiri dari Lightning Truncheon, Arcane Boots, Glowing Wand, Holy Crystal, Devil Tears, dan Blood Wings. Biar damage Pharsa semakin sakit, lo harus segera jadiin item Holy Crystal dan Devil Tears di late game biar musuh enggak berani mendekati tim lo saat war.
Holy Crystal sendiri punya efek unik tambahan 25% magic damage ditambah efek unik pasif tambahan 15% magic damage kalau skill yang lo gunakan mengenai musuh. Sedangkan, Devil Tears juga sama pentingnya. Item ini punya efek unik tambahan 40% magical penetration yang bisa ditambah lagi sebanyak 30% jika HP lo lebih dari 70%. Sakit banget, ‘kan?
Makanya, enggak usah heran kalau lo ngelihat ada user Pharsa yang skill Ulti-nya sakit banget pas lagi war di late game. Artinya, dia udah ngejadiin dua item tadi. Jangan lupa juga buat ngejadiin item Lightning Truncheon di early game karena lo butuh efek +30 mana regen-nya.
Menit Awal di Kill, Pharsa RRQ Lemon Balas Dengan 11 Kill Tanpa Ampun | |
2,279 views | 90,807 followers |
26 Likes | 2 Dislikes |
Mobile Legends: Bang Bang Explore in YouTube Gaming Gaming | Upload TimePublished on 27 Sep 2018 |
Không có nhận xét nào:
Đăng nhận xét